BIOGRAFI
Lahir di kota kecil yang terkenal dengan makanan khas ‘nasi grombyang’, Pemalang - Jawa Tengah, tepatnya pada 29 September 1980. Menghabiskan masa kecil sebagaimana anak-anak lain pada umumnya di lingkungan pedesaan. Bermain air saat hujan turun adalah salah satu kegemaran yang sering dilakukannya.
Di tengah-tengah lingkungan desa yang sederhana, ia tumbuh sebagai salah satu siswa yang selalu menjadi juara di kelasnya. Prestasinya terus bertahan hingga masa sekolahnya di SMU. Dirinya adalah tipe orang yang gemar berorganisasi, sehingga baginya organisasi adalah bagian dari proses pembelajaran yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupannya. Dan kegiatan kepramukaan adalah salah satu organisasi yang cukup panjang menempa dirinya.
Menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (PASKIBRAKA) juga pernah dikenyam di tahun 1996 ketika masih di bangku kelas 1 SMU, kesempatan bergengsi yang banyak diimpikan oleh kalangan siswa-siswi SMU. Belum puas dengan kegiatan-kegiatan tersebut, memasuki pertengahan tahun ketiga di SMU, sosok yang telah menginjak masa remaja ini terjun pada kegiatan yang lebih menantang resiko. Menjadi seorang pecinta alam dengan aktivitas yang lekat dengan pendakian gunung dan jelajah alam. Gunung Slamet yang berketinggian sekitar 3300-an meter diatas permukaan laut, menjadi saksi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di atas puncak gunung.
Selepas SMU, ia masuk ke sebuah Perguruan Tinggi di Kota Tangerang yang menerapkan sistem pendidikan semi-militer. Kedisiplinan adalah salah satu budaya yang diterapkan dengan ketat di kampus milik Gajah Tunggal Group ini. Kegemarannya melakukan petualangan alam mendapat tempat yang tepat di salah satu organisasi pecinta alam di kampus tersebut. Diksar dan training outdoor berbasis lifeskill motivation menjadi langganan kegiatannya.
Interaksi positif dengan kegiatan-kegiatan keagamaan menyentuh ruang-ruang religius dalam dirinya. Hingga tepat di tahun 2000, Aris menerima kepercayaan untuk menjadi orang nomor satu di organisasi keagamaan lintas kampus kedinasan Indonesia. Di bawah kepemimpinannya Forum Kerjasama Rohis Perguruan Tinggi Kedinasan (FOKRI PTK) menorehkan beberapa capaian bersejarah, seperti terpecahkannya kasus-kasus keagamaan di STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Bandung, STP (Sekolah Tinggi Perikanan) Jakarta, AMG (Akademi Meteorologi & Geofisika) Jakarta, PLP Curug Tangerang, AKIP (Akademi Kehakiman dan Ilmu Pemerintahan) Jakarta, AIM (Akademi Ilmu Migrasi) Jakarta, serta STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.
Hasil yang sangat menggembirakan itu tak lepas dari dukungan dan peran aktif para aktivis HAM dari PAHAM Indonesia, organisasi Kampus dan masyarakat, beberapa anggota DPR RI dan 2 menteri negara saat itu yaitu Menteri Hukum dan Perundang-Undangan (Yuzril Ihza Mahendra), dan Menteri Pertanian & Kelautan (Rokhmin Dahuri).
Tepat awal 2006, bersama beberapa rekannya, Risyanto Aris mendirikan lembaga yang bergerak dalam bidang Training, Outbound, dan Adventure. Disamping sebagai pendiri dan pemilik lembaga, Ia dikenal sebagai seorang yang piawai dalam bidang outbound dan indoor-outdoor training.
Dunia tulis menulis mulai menjadi kegemarannya untuk menuangkan berbagai ide dan keprihatinannya terkait berbagai hal yang ditemuinya di tengah-tengah masyarakat. Beberapa tulisannya secara reguler termuat di beberapa media online dan milist. Tekadnya yang semakin menguat untuk menekuni bidang lifeskill motivasi ditunjukkannya dengan semakin produktif menuliskan berbagai artikel tentang leadership, motivasi dan manajemen ke-organisasian. Sebagai wujud kristalisasi niat, maka Life Motivation Center didirikan.
